Tanda-tanda Kanker Yang Sering Diabaikan


Memahami kanker

Kanker adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang cenderung menginvasi jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat-tempat jauh. Sebagian bukti mengisyaratkan bahwa pembentukan kanker adalah suatu proses bertingkat yang biasanya memerlukan waktu beberapa tahun untuk selesai. Pertumbuhan sel abnormal tersebut didukung  adanya zat-zat promotor, selain juga adanya faktor lain, seperti hereditas/keturunan, dan lingkungan juga mempengaruhinya. Keadaan ini menyebabkan sel abnormal bermutasi.

Zat promotor antara lain adalah, radiasi ultra violet, sebagian komponen asap rokok, hidrokarbon aromatic, zat-zat warna tertentu, nitrosamin (terdapat pada daging yang diawetkan) aflatoksin (terdapat pada kacang tanah yang berjamur), Contoh lainnya adalah hormon endogen (dihasilkan oleh tubuh); misalnya estrogen sebagai penyebab kanker payudara dan endometrium. Zat-zat tambahan tertentu untuk makanan (sakarin, nitrat, penyedap makanan atau MSG/Natrium Benzoat).

Beberapa virus juga menyebabkan mutasi DNA. Kanker yang disebabkan virus, antara lain limfoma Burkitt dan kanker servic atau kanker leher rahim yang disebabkan oleh  HPV (Human Papilloma Virus). Virus hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan kelamin dan meningkatkan  resiko kanker hati.

Faktor hormonal (hormon estrogen yang berlebih) juga dapat memicu adanya kanker payudara dan endometrium. Resiko tinggi, pada wanita yang memulai haid dini dan menopaus lambat.  Terlambat mengandung atau tidak memiliki anak, juga meningkatkan resiko kanker payudara. Hal ini tampaknya berkaitan dengan frekuensi daur haid selama hidup.

Faktor Protektif Pertumbuhan Kanker

Wanita yang menyusui minimal 6 bulan berturut-turut mengalami penurunan resiko terjangkit kanker payudara. Selain itu wanita yang hamil beberapa kali juga berkurang resikonya mengidap kanker payudara. Progresteron yang meningkat selama kehamilan, bersifat protektif terhadap kanker payudara dengan menghambat stimulasi estrogen. Wanita yang aktif berolah raga juga beresiko rendah terhadap kanker payudara.

Foto: sel kanker servic bunuh diri karena pengaruh   suplemen antioksidan

Faktor makanan juga dapat sebagai protektif pertumbuhan sel kanker. Yakni bahan  makanan yang mengandung antioksidan atau  free radical scavenger-yang dapat membersihkan radikal-radikal bebas. Antioksidan tersebut antara lain, vitamin A, C, E dan fitokimia, yang semuanya terdapat dalam sayuran dan buah-buahan berwarna,

Deteksi Dini Tanda-tanda Kanker

Menurut Mary Daly, Onkologis dari Fox Chase Cancer, Philadelphia AS. Tanda-tanda kanker berikut yang sering diabaikan, meski biasanya diikuti dengan tanda-tanda lain. Jika tanda ini semakin dini diketahui, maka kemungkinan untuk sembuh semakin besar.

1.Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Setiap wanita pasti menginginkan berat badannya turun tanpa harus capek berusaha. Tetapi jika turunnya drastis dalam sebulan tanpa diet ketat atau olah raga, perlu diwaspadai.

Menurut Ranit Mishori, asisten profesor bidang kesehatan keluarga dari Sekolah Kedokteran Universitas Georgetown, “berat badan yng tiba-tiba turun drastis, bisa jadi adanya tyroid yang terlalu aktif. Baiknya segera periksa diri ke Dokter.

 2.Bengkak di perut

Munculnya bengkak di oerut bisa dicurigai sebagai tana kanker ovarium. Tanda lain            yang menyertainya, adanya sakit di bagian perut atau sakit di bagian panggul, gangguan berkemih dan mudah merasa kekenyangan meski makan sedikit. Waspadai gejala bengkak, terutama bila menetap lebih dari seminggu.

3. Payudara Berubah

Baiknya wanita secara rutin secara mandiri periksakan kondisi payudaranya. Lakukan perabaan searah jarum jam, mulai dari tepi hingga ke arah puting susu dengan gerakan melingkar. Jangan anggap enteng bila muncul kemerahan atau benjolan di payudara. Perhatikan pula perubahan warna kulit sekitar apakah sudah terbentuk seperti kulit jeruk ?  Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan pada puting, muncul cairan (pada wanita yang sedang tidak menyusui) apalagi yang disertai rasa gatal.

                                                                                                                       Foto: sel kanker payudara

Indikasi lain dari penyakit ini adalah benjolan pada bagian ketiak, rasa nyeri pada payudara, perubahan warna atau tekstur pada payudara, puting tertarik ke dalam, areola (daerah di sekitar putting susu yang berwarna coklat), atau pada puting susu. Pada beberapa kasus, kanker payudara dideteksi dari keluarnya cairan dari puting susu yang berwarna kekuningan, kehijauan atau bernanah. Jika cairan keluar terus menerus tanpa dipijit, pertanda kanker makin parah. Segeralah bawa ke dokter.

4.Perdarahan

Perdarahan yang timbul di antara waktu periode menstruasi sebaiknya perlu dicek ke dokter. “Bila sebelumnya tidak pernah muncul flek darah dan sekarang tiba-tiba ada, maka itu bisa jadi sesuatu yang abnormal,” kata Debbie Saslow, Phd, direktur kanker payudara dan ginekologi dari American Cancer Society.

5. Kulit Berubah

Hati-hati dengan tahi lalat atau benjolan di kulit. Jika makin melebar, tidak simetris, warna tidak merata atau berkoreng, ada kemungkinan hal itu merupakan kanker kulit. Penyebab utama kanker kulit adalah sinar ultraviolet dan zat kimia, juga infeksi Human Papiloma Virus (HPV).

6. Sulit Menelan

Keluhan sulit menelan biasanya terkait dengan gangguan pada tenggorokan. Namun, gejala sulit menelan juga bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius, seperti kanker usus besar. Meski tidak spesifik, tapi kanker saluran cerna pada stadium dini seringkali memiliki gejala nyeri ulu hati, sulit menelan, muntah darah, penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna, dan anemia.

7. Perubahan di Mulut                     

Menurut Perkumpulan Kanker Amerika, para perokok perlu mewaspadai munculnya bercak putih di lidah atau plak pada mukosa mulut, karena bisa menjadi tanda kondisi pra kanker yang disebut leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut.

8. Batuk Berdarah

Gejala kanker paru dapat berupa batuk, sesak napas, dan dahak yang berdarah. Gejala yang timbul dari kanker paru biasanya sesuai dengan penyebaran kanker di organ tubuh yang terkena. Misalnya bila menyebar ke otak, ia dapat menimbulkan nyeri kepala, kejang, atau gangguan kesadaran. Sedangkan pada tulang, bisa menyebabkan nyeri dan patah tulang.

Foto : sel kanker paru

9. Demam tak jelas

Jika anak lesu dan pucat, demam yang tidak jelas penyebabnya, mengalami perdarahan di kulit atau gusi, ada benjolan di tubuh atau kepala, nyeri pada anggota gerak, perut bengkak atau keras, sebaiknya orangtua waspada dan segera membawanya ke dokter. Bisa jadi hal itu merupakan gejala leukimia (kanker darah) atau kanker limfoma (kelenjar getah bening).

10. Nyeri

Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf  dan pembuluh darah di sekitarnya. Nyeri juga timbul karena sel-sel kanker mengeluarkan enzim-enzim pencerna yang secara langsung merusak sel. Nyeri terjadi sebagai bagian dari reaksi imun dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh. Jika nyeri di kepala terlalu sering, diikuti sering pingsan, maka bisa jadi merupakan tanda adanya kanker otak stadium lanjut.

 

Dikutip: dari berbagai sumber

2 responses to “Tanda-tanda Kanker Yang Sering Diabaikan

Tinggalkan Balasan ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s