Mungkinkah Anak Terkena Gagal Ginjal Kronik ?


 

Anak bisa juga menderita penyakit ginjal. Bahkan, penyakitnya bisa menahun.  Apa yang perlu diketahui  ?

 Ginjal adalah organ tubuh berbentuk seperti kacang merah yang terletak di belakang selaput rongga perut (retro peritonial), pada kedua belah sisi tulang belakang agak ke sebelah atas pinggang. Kedua buah pinggang itu dipertahankan posisinya oleh jaringan yang mengikat berbagai organ di sekitarnya. Misalnya pembuluh darah.

Fungsi Ginjal

Fungsi ekskresi: mengeluarkan urin dan zat-zat terlarut di dalamnya yang tidak dibutuhkan tubuh. Ginjal juga mengatur keseimbangan asam basa tubuh, mengontrol tekanan darah.

Fungsi lainnya adalah Fungsi Hormonal. 1.  Membentuk eritropoietin,yaitu zat yang diperlukan untuk membentuk atau memproduksi sel-sel darah merah. 2. Memproduksi zatyang berperan dalam pertumbuhan anak, terutama otak dan sumsum tulang belakang. 3. Memproduksi zat yang mempengaruhi penyerapan kalsium dalam usus yang penting untuk metabolisme tulang.

Apa itu gagal ginjal  ?

Keadaan dimana ginjal tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik. Ketidakmampuan ini karena terjadi penurunan fungsi ginjal sehingga tubuh tidak mampu mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme, dan kemudian terjadi penumpukan racun atau uremia. Zat-zat racun  ini dapat  menimbulkan gangguan fungsi berbagai organ tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Menurut dr. Endang Lestari, SpA dari RSAB  Harapan Kita, perlu dilakukan deteksi dini penyakit gagal ginjal pada anak.  Gejala yang bisa dideteksi dengan mudah, adalah sering terjadinya kejang. Kejang biasanya terjadi sebagai pertandanya peningkatan ureum dan kretinin, yang mengakibatkan kenaikan racun dalam tubuh. Inilah yag disebut sebagai gagal ginjal yang bisa berakhir dengan cuci darah. Jika berhasil dideteksi ketika masih dalam taraf infeksi. Resiko gagal ginjal dapat dicegah.

Dibandingkan dengan dewasa atau usia lanjut, gagal ginjal kronis memang lebih jarang ditemukan pada anak. GGK pada anak usia dibawah 6 tahun umumnya disebabkan cacat lahir pada ginjal dan saluran kemih. Sedang pada anak usia 6 tahun keatas, umumnya disebabkan penyakit jaringan ginjal yang kronis. Misalnya Glomerulusnefritis (peradangan pada sel-sel ginjal), Pielonefritis (radang pada piala ginjal), dan Syndroma Nefrotik (kebocoran protein melalui ginjal, yang ditandai dengan meningkatnya angka albumin atau protein di urin), dan sebagainya. Di antara ketiganya, yang paling sering dijumpai adalah Glomerulusnefritis. Biasanya terjadi dalam periode 3 sampai 6 minggu setelah infeksi streptococcus ( kuman pada penyakit radang tenggorokan).

 Mengenali Gejalanya

Pada stadium dini, gejala kllinis GGK pada anak biasanya tidak khas. Anak biasanya nampak letih, lesu, pucat, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan sakit kepala. Keadaan ini bisa berlangsung bertahun-tahun. Umumnya mulai tampak jelas setelah GGK anak berlanjut, seperti: sesak nafas, gangguan pada pertumbuhan tinggi badan, jantung, syaraf, tulang, perdarahan, sistem kekebalan tubuh, serta keterlambatan seksual anak. Menurut dr. Endang Lestari, gagal ginjal pada anak juga bisa karena kelainan bawaan, keturunan dan juga didapat karena penyakit lain yang membawa efek ke ginjal.

Salah Satu Penyakit Pencetus GGK Anak

Telah ditemukan bahwa salah satu penyakit pencetus gagal ginjal kronik pada anak adalah radang tenggorokan. Penyakit yang memicu penyakit ginjal yang akut atau Glomerulosnefritis Akut ( GNA). GNA biasanya didahului oleh infeksi kuman Streptococcus beta hemoliticus golongan A tipe 12,4,16.25. dan 29, yang menyebabkan infeksi saluran nafas atas (ispa) atau dikenal umum dengan radang tenggorokan. Kuman ini juga bisa menyebabkan infeksi kulit. Sayangnya kebanyakan orang tua menganggap penyakit radang tenggorokan adalah penyakit biasa dan sudah umum. Mereka kemudian baru mulai dikagetkan setelah anaknya terkena GNA.

 Foto: anak yang terkena glomerulus neprotic atau Neprotic syndrom (sebelah kiri)

 Apa hubungan antara ginjal dan radang tenggorokan? 

 Saat terjadi radang tenggorokan akibat kuman streptococcus, tubuh kita akan terjadi refleks menghasilkan antibodi untuk melawan kuman yang masuk. Kuman dan antibodi membentuk suatu ikatan kuman dan antibodi yang beredar di dalam darah. Darah yang mengandung ikatan ini akan disaring di dalam glomurulus. Ikatan ini akan terperangkap di dalam anyaman saringan ini dan menyebabkan terjadinya kerusakan pada saringan yang paling penting dalam tubuh kita.

Dapat dibayangkan jika terjadi kerusakan dalam saringan yang berfungsi untuk memisahkan zat-zat yang penting dan tidak penting di dalam tubuh. Zat-zat yang seharusnya diambil kembali dan tidak ada di dalam air seni, malah terbuang bersama air seni.

Jika anak sudah terkena, biasanya air seninya akan mengalami perubahan warna. Warnanya merah daging akibat adanya darah yang larut bersama urin. Kemudian saat bangun pagi, didapati oedema (bengkak) di kelopak mata bawah, yang lama kelamaan bengkak akan menutupi wajah. Namun disiang hari bengkak cenderung terjadi pada anggota gerak bawah. Jika kerusakan ginjal sudah semakin parah dan terjadi komplikasi pada organ tubuh lain, oedema akan terjadi di seluruh tubuh. Pada sekitar 60-70 % anak-anakdi awal perjalanan penyakit ini akan ditemui adanya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat ini akan menetap jika penyakit itu menjadi kronis.

Jika kita mendapati gejala-gejala diatas pada anak kita, segeralah bawa ke dokter. Sebagian besar penderita ginjal akut ini akan sembuh. Dan sekitar 5% mengalami perjalanan penyakit yang semakin memburuk. Jadi jangan remehkan lagi penyakit  radang tenggorokan. Obati dengan sempurna dan jaga daya tahan tubuh anak-anak dengan baik.

 

Sumber:  Majalah Ayah Bunda dan berbagai sumber


 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s