Nyeri Dan Kaku Pada Lutut. Mungkinkah Pengapuran ?


 

Perkapuran pada lutut merupakan salah satu tanda terjadinya osteoarthritis . Osteoartritis (OA) dikenali sebagai arthritis degenerative, gangguan yang terjadi seiring bertambahnya umur, terutama mengenai sendi yang menopang berat badan, seperti lutut, dan panggul, meski tak jarang juga terjadi pada tangan dan kaki.

sendi normal                                                                     sendi osteoarthritis

                                                                                                                  Di Indonesia, OA merupakan penyakit reumatik yang paling banyak dijumpai. Di Kabupaten dan Kotamadya Malang misalnya, angka kejadiannya mencapai 13,5%. Sedangkan di poliklinik Subbagian Reumatologi FKUI/RSCM, OA ditemukan pada 43,82% penderita baru reumatik (tahun 1991-1994).

Apa penyebabnya ?

Usia dan genetik  dikatakan merupakan  faktor resiko terjadinya OA.Rawan sendi  menipis bersama pertambahan usia. Rawan sendi yang menipis menyebabkan gesekan antar tulang , menimbulkan nyeri dan terbatasnya gerak lutut. Gerakan berulang sendi lutut bertahun- tahun mengiritasi dan menyebabkan peradangan .  Tulang rawan yang radang memicu terjadinya pertumbuhan tulang tidak pada tempatnya (spur/ perkapuran.) di sekitar sendi. OA juga sering ditemukan pada  beberapa orang dalam suatu keluarga, sehingga faktor keturunan tak bisa dihindarkan.

Hal lain yang merupakan faktor resiko, mencakup kegemukan, jenis kelamin (perempuan cenderung lebih banyak terjadi ), trauma,  kelemahan otot, sendi yang tidak stabil, meningkatnya pembebanan dinamik. Individu dengan obesitas cenderung mengalami OA lutut 300-400% . Sepatu yang terlalu tinggi, sempit, berat, alas sepatu (sol) yang keras dan kurang lentur , bisa menjadi penyebab.

Gejala

Nyeri dan kekakuan merupakan hal yang sering dikeluhkan. Nyeri sendi  biasanya bersifat tumpul, bedakan dengan nyeri yang tajam menusuk, sampaikan dengan jelas pada dokter. Sifat nyeri yang berbeda , akan memberikan diagnosa berbeda. Nyeri   dirasakan setelah aktivitas berulang .   Nyeri saat istirahat dapat terjadi , pada OA yang berat. Rawan sendi bisa hilang sama sekali, sehingga terjadi pergeseran antar tulang, yang berakibat keterbatasan gerakan persendian.

Kaku sendi, merupakan rasa seperti diikat yang biasanya  singkat, tidak lebih dari setengah jam. Nyeri dan kekakuan sendi dapat juga timbul setelah bangun tidur, atau setelah duduk yang lama ( naik kereta api, nonton film).

Gejala lain pada OA lutut berupa bengkak , teraba hangat dan bunyi (creaking); bowleg , bila degenerasi tulang rawan sangat progresif; sedangkan bony enlargement sering menyertai terbentuknya perkapuran.

Gejala OA  dirasakan bervariasi diantara individu yang terkena. Beberapa orang menjadi “cacat” karena gejalanya. Namun ada juga gejala yang dirasakan tidak sedramatis  tampilan degenerasi sendi yang citra dari foto rotgen. Bahkan nyeri tidak selalu dirasakan, seringkali hilang timbul. Tak jarang ada masa bebas nyeri yang lama , hingga dalam hitungan tahun.

Pemeriksaan penunjang

Tidak ada pemeriksaan laboratorium darah spesifik untuk menegakkan diagnose OA, tes darah dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain. Pemeriksaan radiologis sendi yang terkena memberikan penampilan penipisan hingga hilangnya rawan sendi , penyempitan ruang sendi, dan terbentuknya spur / perkapuran.

Artrosintesis dan artroskopi merupakan tindakan lanjut yang dilakukan seorang dokter,  bilamana perlu. Artrosintesis , dokter akan menusukkan jarum yang steril untuk mengambil cairan dalam sendi, untuk dianalisa.  Artroskopi, merupakan tehnik bedah menggunakan tabung kecil, untuk melihat dalam sendi .

OA? Apa saja  yang bisa dilakukan

Terapi OA lutut menghilangkan nyeri sendi dan menjaga fungsi sendi. Pada lutut, sesuai dengan fungsi penunjang saat berjalan, diharapkan tidak ada rasa nyeri , serta gangguan  akibat kekakuan ataupun keterbatasan. Pada wikimuers yang beruntung tanpa gejala yang dirasakan, pengobatan tidaklah peseharlu , meskipun proteksi agar OA tidak memberat sehingga menimbulkan keluhan , tetap harus dipertimbangkan.

Ingat PRITE.

P(rotection) ; P(revention):  

Bertujuan mengurangi beban pada lutut (saat berdiri maupun berjalan). Pengurangan beban selain pastinya mengurangi berat badan , bila memang berlebih, bisa disiasati dengan mnggunakan tongkat. Tongkat bersama ke dua kaki akan memperluas “dasar” tumpuan badan, dengan demikian beban lutut berkurang. Dapat juga diberikan alat bantu, dengan tujuan mengalihkan beban tumpuan lutut. (http://rehab-med.blogspot.com/2007/03/osteoarthrosis-genu-rehabilitation.html)

Relative R(est): 

Istirahat yang cukup untuk lutut, hindari berdiri lama, naik tangga,  berlutut,  menekuk lutut yang dalam. Mengistirahatkan lutut yang sakit, akan berdampak turunnya tekanan pada sendi,  pada gilirannya akan mengurangi nyeri, dan menghilangkan bengkak. “Istirahat”  dapat berupapengurangan intensitas dan frekuensi aktivitas yang secara konsisten membebani lutut.

I(ce)

Es diberikan bila lutut teraba hangat, alasi es dengan handuk. Wikimuers mungkin akan dipilihkan terapi fisik yang lain misalnya TENS; ES suatu bentuk terapi listrik untuk mengurangi rasa sakit. Pemilihan terapi fisik yang lain seperti diatermi (bersifat pemanasan), atau  laser tenaga rendah , pastinya harus melewati pertimbangan dokter .

Taping

Secara teoritis lutut dibagai menjadi tiga, luar , tengah dan dalam. Lutut sisi dalam yang sering mengalami kerusakan . Taping menggunakan tape yang spesifik,  biasanya dipasang pada sisi dalam. Saat ini dokter spesialis  rehabilitasi medik, ortopedi dan rematologi- penyakit dalam yang berkompetensi untuk pemakaian taping

Exercise/ latihan

Bentuk latihan bisa isometrik atau isotonik, Konsultasi dulu dengan dokter, jenis olahraga yang sesuai untuk Wikimuers. Latihan atau olahraga (pada OA) yang terarah akan meningkatkan kelenturan sendi , dengan demikian diharapkan tidak terjadi keterbatasan gerakan sendi dan menurunkan derajat kekakuan lutut.

Pada pembahasan kali ini, saya sampaikan satu bentuk latihan penguatan otot paha depan (quadriceps), dengan metoda isometrik. Latihan dilakukan saat tidak terjadi radang pada lutut,  (tidak sakit, tidak teraba hangat, tidak bengkak). Sebaiknya sudah dilakukan sebelum memasuk usia resiko terjadinya OA . Tahanan selama 5 detik cukup aman.

Obat
•    Obat yang di berikan pada umumnya golongan NSAID, namun untuk OA biasanya disertai pemberian golongan glucosamine chondroitin . Keduanya ada dalam bentuk minum ataupun olesan . Yang sebaiknya diperhatikan , takaran dan cara pemakaian.
•    Obat lain berupa injeksi serta tindakan operasi, pastinya harus dengan indikasi yang tepat.

PENANGANAN ALTERNATIF OSTEOARTHRITIS

Saat ini sudah ada beberapa alternatif penanganan untuk kasus Osteoarthritis.

1.  Terapi Akupunktur. Terapi akupunktur berfungsi mengurangi peradangan pada lokasi sakit. Bisa dengan Akupunktur Jarum atau Aquapunktur dengan memasukkan obat herbal di titik akupunktur.

2.  Suplemen mengandung glucosamine dan chondroitin. Beberapa suplemen yang dapat dikonsumsi adalah Gamat Vita Plus. S Lutena  .

                  

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s