APAKAH BENAR AKU KENA BATU EMPEDU ?


Penyakit batu empedu kini sudah semakin banyak diderita kebanyakan orang. Intinya adalah gangguan metabolisme tubuh yang disebabkan pola makan yang salah, misalnya memakan makanan tinggi lemak seperti  santan dan jeroan. Gejalanya biasanya mirip sakit mag. Nyeri diulu hati, disertai mual dan muntah, perut sebelah kanan atas agak kebawah terasa melilit. Nafsu makan tidak ada, karena perut terasa kembung. Diberi obat mag juga tidak mengurangi rasa sakit.  BAB atau buang air besar susah dan kalau keluar sudah berwarna hijau atau  bahkan kehitaman.  Jika sudah demikian perlu dicurigai adanyabatu di kantung empedu. Penderita biasanya juga pernah punya riwayat penyakit yang lain seperti wasir atau ambeien. Untuk memastikannya perlu tindakan segera dengan pemeriksaan  darah ke laboratorium dan dilanjutkan dengan USG (Ultra Sonografi) Abdomen atau perut.

Apa sebenarnya sih empedu itu ?

 Empedu dihasilkan di hati dan mengandung garam-garam empedu, air, kolesterol, bilirubin – suatu produk penguraian metabolisme sel darah merah – dan elektrolit. Empedu secara kontinyu dikeluarkan dari  hati tetapi dipekatkan di kantung empedu. Empedu dikeluarkan dari kantung empedu sebagai respons terhadap kolekistokimin (CCK) yg dihasilkan usus halus. Juga sebagai respons terhadap adanya lemak di usus halus.

Empedu penting untuk mencerna  trigliserida (juga disebut lemak). Empedu tidak mengandung enzim-enzim pencernaan tetapi mengandung garam-garam empedu yang bertugas mengemulsikan lemak. Garam empedu bekerja sebagai deterjen  untuk menguraikan lemak menjadi butiran-butiran yang sangat halus. Hanya dalam bentuk butiran-butiran halus inilah lemak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan.

Berdasar kondisi tersebut, bukanlah tidak mungkin jika tubuh kelebihan lemak atau trigliserida tinggi yang juga ditandai dengan tingginya koleterol,  dapat memicu terbentuknya batu empedu di kantung empedu. Batu empedu sesungguhnya adalah kristalisasi dari  kolesterol yang berlebihan. Batu, juga terbentuk dari pigmen bilirubin dan garam dan kalsium yang mengeras.  Timbulnya batu akan menjadi lebih masalah jika masuk ke salah satu saluran yang menuju usus halus.

Bagaimana Bentuknya ?

Bentuk batu empedu bermacam-macam. Batu yang terbentuk dari kolesterol berwarna kuning dan mengkilatseperti minyak. Batu yang terdiri dari pigmen bilirubin berwarna hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh. Jika batu empedu terbentuk di saluran kantung empedu disebut kolelitiasis. Sementara batu empedu yang terbentuk di dinding kantung empedu disebut kolesistitis.

Gejala Klinis

Kolelitiasis:

1. Kolik biliaris (spesifik)

2. Nyeri hebat dan perih yang meningkat di epigastrium (ulu hati), juga pada bagian kanan

atas perut dan menyebar ke daerah belikat hingga  bahu

3. Kolik bisa mendadak dan menetap serta sangat hebat (1-4 jam)

4. Diikuti demam menggigil

Kolesistitis :

1.  Serangan kolik biliaris hanya diawal

2.  Nyeri menyebar seperti halnya kolelitiasis

3.  Terkadang disertai tubuh, mata dan kuku menguning (ikterus), namun  tidak selalu

terjadi.

4.  Mual dan munta

5.  Demam ringan dan nyeri pada bagian kanan atas perut.

Beberapa  penyebab  Lainnya : 

Penyebab  yang paling sering pada peradangan dinding kantung   empedu, adalah karena bakteri  sejenis Escherichia coli , streptococcus grup D, stapilococcus sp, clostridium sp, klebsiela sp.

Beberapa cara untuk mengetahui dugaan adanya batu empedu sebelum pergi ke dokter atau terapis anda, antara lain :

  1. Periksa kimia darah untuk faal hati: SGOT, SGPT, fosfatase alkalis, bilirubin, amylase,Lypase dan albumin atau protein darah
  2. Lakukan USG Abdomen secara mandiri di Laboratorium terdekat, untuk melihat kondisi lever dan kantung empedu.
  3. Periksa warna tinja, apakah berwarna hijau atau kehitaman
  4. Lihat dibagian permukaan lidah apakah ada bintik hitam pada tepi lidah
  5. Lidah terasa pahit atau tidak.

Bagaimana Penanganannya ?

  1. Kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam anda terdekat.
  2. Terapi akupunktur : merupakan terapi yang aman dan memperbaiki kesehatan fisik      dan mental, serta dapat menghilangkan keluhan, preoperasi maupun, pasca operasi. Akupunktur terbukti berhasil dengan hasil memuaskan.
  3. Terapi holistik : menggabungkan antara pengobatan  barat dan pengobatan timur (cara alami), serta menjaga keseimbangan organ tubuh.
  4. Perbanyak konsumsi buah berasa manis, seperti: kelengkeng, manggis, rambutan, sawo, kecuali durian.  Diantara keempat buah yang berasa manis tersebut, menurut penelitian dan uji klinis, yang terbaik adalah manggis.
  5. Hindari makanan berlemak, seperti:  santan, mentega, keju, jeroan, daging berlemak, gorengan.  Untuk  mengurangi  beban berat lever, maka sebaiknya hindari sayur berwarna hijau tua yang berserat kasar, seperti:  daun singkong, daun katuk, daun kacang, daun pepaya, sawi hijau, dan kacang panjang ( telah dilakukan uji klinis )
  6. Konsumsi jus apel 200 cc sebanyak 3 x sehari, untuk menurunkan kolesterol. Turunnya kolesterol secara perlahan, akan mengurangi terbentuknya batu empedu.  Jus ini hanya bisa diminum oleh penderita batu empedu tanpa komplikasi dengan penyakit lain, seperti: mag,  gagal ginjal dan infeksi usus ( telah dilakukan uji klinis ).

 

 

Tinggalkan Balasan ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s