AWAS !  KENTANG BISA BERACUN

Penderita gejala penyakit dapat memilihnya sebagai obat. Kadar patinya mampu menutupi dan mengatasi luka lambung. Alkaloid atropine yang dikandungnya juga mengurangi produksi asam lambung berlebihan. Namun hati-hati, keliru mengkonsumsinya berarti memasukkan racun ke dalam tubuh.

Literatur nenek moyang  mengungkapkan, kentang berkhasiat sebagai obat. Orient  Longman  dalam Indian Medical Plants misalnmenyebut kentang bersifat aphrodisiac, laksatif, diuretik, penenang, antikejang, antibiotik, antidiare, antibakteri dan sebagai tonik.

Di Eropa jus kentang dipakai sebagai obat radang dinding lambung. Di India bubur segarnya menjadi tapel sakit kepala, luka bakar, koreng hingga ambeien. Kulitnya digunakan untuk mengobati gusi bengkak. Sedangkan ekstrak daunnya sebagai anti kejang saat batuk kronis. Di beberapa daerah, para gadis suka memanfaatkan umbinya sebagai masker penghalus kulit waja

Kaya Pati

Dr Setiawan Dalimarth, anggota bidang pelayanan SP3T DKI, membenarkan khasiat  kentang untuk kesehatan. Kandungan patinya yang tinggi, sangat baik untuk diet obesitas, selain ia juga mengandung lemak dan kalori yang rendah. Sering juga untuk diet penderita diabetes/kencing manis. Namun menurut beliau, “Kadar gula kentang lebih tinggi dibanding beras, sehingga kentang tidak diajurkan untuk makanan diet kencing manis.”

Kentang juga mengandung vitamin C karena setiap butirnya (44%) mengandung 26,1 gr vitamin C. Sayangnya hampir semua vitaminnya hilang setelah dimasak.

“Untuk menghindari kehilangan kandungan gizi, banyak orang mengkonsumsi jus segarnya, untuk atasi mag, sembelit, kejang otot, atau tingkatkan vitalitas,” paparnya.

 Kandungan Gizi Kentang

Tiap 100 gram kentang mengandung gizi sebagai berikut :

Kalori   220 g

Protein   4,6 g

Karbohidrat   5,1 g

Fat  0,2 g

Kolesterol  0 mg

Dietary Fiber 2,2 g

Vitamin C 26,1 mg (44%)

Iron 2,7 mg (18 %)

Niacin  3,3 mg (17%)

Vitamin B6  0,7 mg (35%)

Magnesium  56 mg (14%)

Potassium/Kalium  844 mg ( NA)

Thiamin  0,2 mg (13%)

Folacin  22,2 mg (11%)

Segar Beracun

Kandungan kentang segar sebaiknya dibatasi. Ia mengandung alkaloid solanine yang dapat menghancurkan sel darah merah. “Dalam jangka panjang, mengkonsumsi kentang, dapat sebabkan anemia. Jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan dr. Adji Suranto, SpA RSU Banten. Hampir semua tanaman kentang mengandung racun, yakni alkaloid solanine meski hanya berjumlah 1 %. “Karenanya, saya menyarankan kebiasaan konsumsi jus kentang mentah sebaiknya dibatasi. Maksimal 1 buah besar sehari. Kalau perlu dihentikan saja. Yang terbaik adalah dikupas dulu sebelum dijus, atau dimasak dulu sebelum dikonsumsi.” saran beliau.

 

 

Sumber : Majalah Trubus, Oktober 2001

Tinggalkan Balasan ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s